Jin Mukmin Juga Masuk Surga
Oleh
Ustadz Abu Minhal, Lc
Ustadz Abu Minhal, Lc
Allâh Azza wa Jalla berfirman:
وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا
مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنْصِتُوا ۖ
فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَىٰ قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَ ﴿٢٩﴾ قَالُوا يَا
قَوْمَنَا إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنْزِلَ مِنْ بَعْدِ مُوسَىٰ مُصَدِّقًا
لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَىٰ طَرِيقٍ مُسْتَقِيمٍ ﴿٣٠﴾
يَا قَوْمَنَا أَجِيبُوا دَاعِيَ اللَّهِ وَآمِنُوا بِهِ يَغْفِرْ لَكُمْ مِنْ
ذُنُوبِكُمْ وَيُجِرْكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ ﴿٣١﴾ وَمَنْ لَا يُجِبْ دَاعِيَ
اللَّهِ فَلَيْسَ بِمُعْجِزٍ فِي الْأَرْضِ وَلَيْسَ لَهُ مِنْ دُونِهِ
أَوْلِيَاءُ ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan
serombongan jin kepadamu yang mendengarkan al-Qur`ân, maka tatkala mereka
menghadiri pembacaan(nya) lalu mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk
mendengarkannya)”. Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya
(untuk) memberi peringatan. Mereka berkata: “Hai kaum kami, sesungguhnya kami
telah mendengarkan kitab (al-Qur`ân) yang telah diturunkan sesudah Musa yang
membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. Hai kaum kami,
terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allâh dan berimanlah kepadanya,
niscaya Allâh akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang
pedih. Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allâh
maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allâh di muka bumi dan tidak ada
baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata”. [al-Ahqâf/46
:29-32].
PENJELASAN AYAT
Dalam ayat-ayat ini, Allâh Azza wa Jalla mengabarkan bahwa Dia Azza wa Jalla mengarahkan (menghadapkan) sejumlah jin yang berjumlah kurang dari sepuluh. Jin-jin itu mendengarkan bacaan al-Qur`ân yang sedang dibaca oleh Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Masing-masing dari jin itu saling meminta yang lainnya untuk menyimak qirâ`ah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam itu dengan baik. Usai menyimak bacaan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , mereka beranjak pulang untuk memperingatkan kaum mereka. Untuk menyampaikan kepada kaum mereka, bahwa mereka baru saja mendengarkan satu kitab suci yang diturunkan setelah Musa Alaihissallam, yang memberikan petunjuk menuju al-haqq dan menuju jalan yang lurus.
Dalam ayat-ayat ini, Allâh Azza wa Jalla mengabarkan bahwa Dia Azza wa Jalla mengarahkan (menghadapkan) sejumlah jin yang berjumlah kurang dari sepuluh. Jin-jin itu mendengarkan bacaan al-Qur`ân yang sedang dibaca oleh Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Masing-masing dari jin itu saling meminta yang lainnya untuk menyimak qirâ`ah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam itu dengan baik. Usai menyimak bacaan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , mereka beranjak pulang untuk memperingatkan kaum mereka. Untuk menyampaikan kepada kaum mereka, bahwa mereka baru saja mendengarkan satu kitab suci yang diturunkan setelah Musa Alaihissallam, yang memberikan petunjuk menuju al-haqq dan menuju jalan yang lurus.
Dalam dakwahnya itu, mereka berkata:
أَجِيبُوا دَاعِيَ اللَّهِ {terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allâh},
yaitu Rasûlullâh Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam وَآمِنُوا بِهِ (dan
berimanlah kepadanya) agar kalian memperoleh maghfirah (ampunan) dan selamat
dari siksa yang pedih. Barangsiapa tidak menyambut seruan dakwah ini, ia tidak
akan bisa mengalahkan Allâh Azza wa Jalla . Allâh Azza wa Jalla akan
menyiksanya atas penolakannya terhadap dakwah tersebut. Tidak ada yang akan
bisa menyelamatkan dirinya dari siksa Allâh Azza wa Jalla . Sungguhnya ia
berada dalam kesesatan yang nyata.
Dalam ayat ini terkandung satu
petunjuk dalil, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus juga
kepada bangsa jin. Dalil yang menunjukkan hal tersebut, ialah ayat yang terdapat
dalam Surat ar-Rahmân yang berisi khithâb kepada jin dan manusia, dan firman
Allâh Azza wa Jalla di dalam surat tersebut :
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا
تُكَذِّبَانِ
Maka nikmat Rabb kamu yang manakah
yang kamu dustakan ?
Yang berulang 31 kali.
Ada dua persoalan berkait dengan
ayat-ayat ini.
Pertama. Tidak ada rasul dari
kalangan jin, tetapi yang ada adalah nudzur (para pemberi peringatan). Tidak
ada dalil yang menunjukkan keberadaan rasul dari kalangan jin.
Sedangkan firman Allâh Azza wa Jalla
dalam surat al-An’âm dan surat al-Ar’âf yaitu firman-Nya :
يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ
أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِي
Hai golongan jin dan manusia, apakah
belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan
kepadamu ayat-ayatKu [al-An’âm/6:130. Lihat juga QS al-A’râf/7:35].
Kata ﯞ (rusulun) pada ayat tersebut
tidak menunjukkan keberadaan rasul dari kalangan jin, akan tetapi rasul-rasul
yang diutus untuk dua golongan sekaligus, yaitu manusia dan jin.
Pada ayat-ayat di atas pun termuat
isyarat terhadap perkara tersebut, karena jin mengatakan :
إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنْزِلَ
مِنْ بَعْدِ مُوسَىٰ
Sesungguhnya kami telah mendengarkan
kitab (al-Qur`ân) yang telah diturunkan sesudah Mûsâ.
Jin-jin itu tidak menyebutkan kitab
yang diturunkan kepada salah satu dari kalangan mereka, dan juga seorang rasul
khusus yang diutus kepada mereka. Mereka hanya menyebutkan Mûsâ Alaihissallam
dan kitabnya (Taurat). Dan setelah kitab Musa, diturunkan kitab Zabur dan Injil.
Jin-jin itu pun tidak menyebut dua kitab tersebut, padahal turun setelah
Taurat, karena keduanya menyempurnakan kitab Taurat dan memuat sejumlah
hukum-hukum Taurat.
Kedua. Apakah pahala yang didapatkan
jin atas keimanannya adalah maghfirah dan keselamatan dari siksa yang pedih
saja (seperti diungkap ayat al-Ahqâf/46 : 31 di atas), ataukah selain itu
mereka juga masuk surga ?
Sebagian Ulama berpendapat, balasan
yang diperoleh jin adalah ampunan dosa-dosa mereka dan perlindungan dari siksa
yang pedih saja, sebagaimana ditunjukkan oleh tekstual ayat-ayat di atas.
Sementara Jumhur Ulama berpendapat
–dan pendapat mereka itulah yang benar- bahwa balasan jin-jin yang beriman
adalah selamat dari siksa dan masuk surga. Hal ini berdasarkan firman Allâh
Azza wa Jalla:
وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ
جَنَّتَانِ
Dan bagi orang yang takut akan saat
menghadap Rabb-nya ada dua surga [ar-Rahmân/55:46].
Ayat ini mencakup obyek jin dan
manusia, sebab khithâb (arah pembicaraan ayat ini) tertuju kepada dua golongan,
manusia dan jin dalam firman Allâh Azza wa Jalla :
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا
تُكَذِّبَانِ
Maka nikmat Rabb kamu yang manakah
yang kamu dustakan ?
Tidak ada kontradiksi ayat-ayat di
surat al-Ahqâf dan ayat yang terdapat dalam Surat ar-Rahmân. Sebab, yang
terdapat dalam surat al-Ahqâf itu menyebutkan sebagian balasan yang mereka
peroleh. Sementara kandungan yang terdapat dalam Surat ar-Rahmân menunjukkan
balasan baik yang lain bagi mereka, yaitu masuk surga.
Imam Ibnu Katsîr t menguatkan
pendapat kedua, bahwa jin Mukmin akan mendapat balasan masuk Surga melalui
beberapa sisi pendalilan. Beliau t berkata –secara ringkas- , “Yang benar,
jin-jin Mukmin, seperti kaum Mukminin, akan masuk surga sebagaimana disampaikan
oleh sejumlah Ulama Salaf. Di antara mereka berdalil dengan firman Allâh
berikut :
لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ
وَلَا جَانٌّ
Tidak pernah disentuh oleh manusia
sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak
pula oleh jin. [ar-Rahmân/55:56]
Namun dalam istidlâl (berdalil) dengan
ayat ini fîhi nazhar (masih menyisakan tanda tanya). Yang lebih baik dari
istidlâl tersebut, adalah istidlâl dengan firman Allâh Azza wa Jalla :
وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ
جَنَّتَانِ
Dan bagi orang yang takut akan saat
menghadap Rabb-nya ada dua surga [ar-Rahmân/55:46]
Melalui ayat ini, Allâh Azza wa Jalla
menyebutkan anugerah yang diberikan-Nya kepada bangsa manusia dan jin, dengan
menjadikan surga sebagai balasan bagi mereka yang berbuat baik. Tidak mungkin
Allâh Azza wa Jalla menyebutkan nikmat bagi mereka yang tidak mungkin mereka
peroleh. Begitu pula, Allâh Azza wa Jalla membalas jin kafir dengan neraka –
ini merupakan satu bentuk keadilan- , maka dibalasnya jin-jin Mukmin dengan
balasan surga – yang merupakan petunjuk limpahan anugerah dari Allâh Azza wa
Jalla – pantaslah Allâh Azza wa Jalla melakukannya.
Dalil lain yang menunjukkan jin
mukmin akan masuk surga, ialah keumuman firman Allâh Azza wa Jalla.
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا
الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا
“Sesungguhnya yang beriman dan
beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal
[al-Kahfi/18:107], juga ayat-ayat lainnya.
Apa yang diungkapkan Ulama bahwa
balasan keimanan jin adalah digugurkannya dosa-dosa mereka dan
dihindarkan dari siksa yang pedih. Hal ini secara otomatis bermakna mereka
masuk surga. Sebab, di akhirat, tidak ada kecuali surga dan neraka saja. Siapa
saja yang dilindungi dari neraka, berarti ia masuk surga, itu pasti. Tidak ada
nash yang tegas ataupun zhahir dari Allâh Azza wa Jalla dan Rasul-Nya
Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menunjukkan jin yang Mukmin tidak masuk
surga, meskipun telah diselamatkan dari neraka. Seandanya ada dalil yang
shahîh, pastilah kami akan berpendapat dengan mengikutinya. Wallâhu a’lam.
(Visited 3
times, 1 visits today)
Comments
Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!



